Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 September 2015

Bidukku Sayang


aku berjalan menangisi pilu
aku berlari mengejar asa

kubiarkan kurcaci bernyanyi
begitu riuh menggirik telinga
tak urung niatku sebab celotehmu
hujan tetap saja menjadi hujan
sedang mentari tetap saja membakarku

lihatlah di ujung sana ada tanah merah
serta kabut yang menghakimi embun
dan rerumputan yang mendramatisasi
suara kalbuku meringik lirih
tak ada yang mendengar

aku laiknya ombak
kelihatan surut namun sebenarnya tidak
aku hanya mengumpulkan daya-nyaliku saja
untuk memukul keras batu karang

hei, anak muda
tak perlulah meratapi hujan
sebab kau sendiri tak paham benar hakikatnya
dayungkan saja bidukmu itu
kayuh dan arahkan mengikuti arus sungai
jangan dilawan, sayang
jika kau tak mau mati kejerihan.

Baca SelengkapnyaBidukku Sayang

Minggu, 01 Maret 2015

Hakikat Cinta


Kamu baik
teramat baik bagiku
kamu benar, walaupun salah
kamu selalu sempurna dimataku
kamu, sepotong jiwaku serpihan lukaku

Aku tak pernah memberitahumu
tentang kebisuan ini 
atau kepada mereka sekalipun
namun hati dapat berbisik
mataku berbicara lebih banyak tentangmu
kau merasakannya, rasa itu

Aku tahu akulah dalangnya
sakitmu juga sakitku 
rinduku juga rindumu
aku yang memulai, aku yang ingin mengakhiri
andai saja kau tak membalasnya 
mungkin aku takkan segila ini

Matamu membakar hatiku
menggetarkan seluruh sukmaku 
menenggelamkan akal sehatku 
membawaku mengarang seribu khayalan indah bersamamu

Aku selalu menyangkalnya
ini bukan cinta, selalu begitu
aku menyayat hatiku dan juga hatimu
sakit? entahlah aku tak peduli
tapi sial kebohongan itu tak pernah berhasil

Kekasih, ini bukan salahmu, juga bukan salahku
benar, tak ada yang salah
mungkin beginilah jalannya, takdir kita
cintaku tak harus memilikimu 
meski namamu tetap ada disini, dihati ini

Kini aku mulai terbiasa

terbiasa seperti ini, tanpamu
dan waktu telah mengobati luka itu
karena melepaskanmu adalah jalan terakhirku
mengikhlaskanmu bahagia tanpa diriku
mungkin itulah hakikatnya
hakikat cintaku
Baca SelengkapnyaHakikat Cinta

Sabtu, 30 November 2013

Aku Sama...

Aku sama, bukan seorang autis.
Aku sama, punya hasrat miliki rasa.

Diamku, tak selalu diam.
Tindakku, tak sebenarnya tindakan.

Aku sama, ada gejolak api di dalam hati.
Aku sama, menyirami baranya setiap kali menyulut api besar.
Aku sama, menjaganya agar tak keluar mencelakai jasadku sendiri.

Agar kau tak tahu.
Agar tak membakar apapun selain hatiku sendiri.

Dan mungkin aku sama, sama denganmu.
Baca SelengkapnyaAku Sama...

Sabtu, 13 Juli 2013

Setelah Dimiliki, Tak Lagi Indah


Yang tinggal di gunung, merindukan pantai.
Yang tinggal di pantai, merindukan gunung. 

Di musim kemarau, merindukan musim hujan.
Di musim hujan, merindukan musim kemarau.

Yang berambut hitam, mengagumi yang pirang.
Yang berambut pirang, mengagumi yang hitam. 

Diam di rumah merindukan bepergian.
Setelah bepergian merindukan rumah. 

Waktu tenang, mencari keramaian.
Waktu ramai, mencari ketenangan. 

Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tidak lagi indah... 

Lalu, kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki? 

SYUKURI apa yang ada, karena hidup adalah anugreah bagi jiwa-jiwa yang ikhlas.
Baca SelengkapnyaSetelah Dimiliki, Tak Lagi Indah